Membuat Partisi Swap di Ubuntu Server 20.04

Membuat partisi swap di ubuntu server

Swap merupakan alokasi hardisk pada sistem operasi Linux yang digunakan sebagai cadangan memori saat RAM penuh. Ketika RAM penuh maka server dapat berpotensi error sehingga mengakibatkan server tidak lagi bisa berjalan sebagaimana mestinya. Umumnya, partisi swap dibuat saat proses instalasi server. Namun beberapa provider server khususnya VPS tidak membuat partisi swap tersebut saat proses instalasi. Oleh karena itu, pada tutorial ubuntu server ini saya akan share bagaimana cara membuatnya pada Ubuntu Server 20.04.

Prasyarat:

Berikut ini adalah cara membuat partisi swap pada Ubuntu server 20.04 LTS.

1. Cek Keberadaan Swap pada Sistem

Sebelum membuat swap, periksa terlebih dahulu apakah sistem sudah memiliki swap atau belum. Lakukan perintah di bawah ini untuk mengeceknya:

$ sudo swapon --show

Jika tidak ada output yang dihasilkan berarti swap belum ada pada sistem. Untuk lebih pastinya cek dengan menggunakan perintah ini:

$ free -h

Output:

          total        used        free      shared  buff/cache   available
 Mem:          1.9Gi        99Mi       1.7Gi       2.0Mi       191Mi       1.7Gi
 Swap:            0B          0B          0B

Jika output seperti di atas yaitu 0B, maka benar bahwa swap belum ada pada sistem. Silahkan lanjut pada langkah berikutnya.

2. Cek Kapasitas yang Tersedia Pada Hardisk

Pastikan kita memiliki ruang kosong yang cukup pada hardisk dan menempatkan swap pada posisi yang benar. Untuk itu cek kondisi hardisk dengan perintah ini:

$ df -h

Output:

Filesystem      Size  Used Avail Use% Mounted on
 udev            952M     0  952M   0% /dev
 tmpfs           199M  640K  199M   1% /run
 /dev/vda1        55G  2.6G   49G   6% /
 tmpfs           994M     0  994M   0% /dev/shm
 tmpfs           5.0M     0  5.0M   0% /run/lock
 tmpfs           994M     0  994M   0% /sys/fs/cgroup
 tmpfs           199M     0  199M   0% /run/user/1000

Pada contoh output di atas menunjukkan bahwa tersedia ruang kosong pada / yaitu 49GB. Dengan demikian kita bisa meletakkannya di /.

3. Buat File Swap pada Hardisk

Sebelum membuatnya kita harus mengetahui berapa besar swap yang dibutuhkan untuk sistem kita? Apakah benar 2 kali kapasitas RAM?

Berapa kapasitas swap yang dibutuhkan?

Sebenarnya tidak ada ukuran resmi yang berlaku untuk swap pada sistem Linux. Bahkan angka 2 kali RAM hanyalah angka rekomendasi saja. Ada banyak literatur tentang ini dengan nilai yang berbeda-beda. Mulai dari website resmi Redhat, centOS hingga Ubuntu menyebutkan nilai yang berbeda. Nah, karena kita sedang membuat swap untuk ubuntu maka kita akan ambil nilai dari web resmi ubuntu.

  • RAM di bawah 1GB = minimum kapasitas swap adalah 1 x RAM dan maksimum 2 x RAM.
  • RAM di atas 2GB tanpa fitur hibernasi = minimum swap adalah akar kuadrat dari RAM dan maksimum 2 x RAM.
  • RAM di atas 2GB dengan fitur hibernasi (desktop) = nilai swapnya adalah ukuran RAM + akar kuadrat dari RAM.

Dari rekomendasi di atas kita harus memilih sesuai keinginan kita. Jika punya banyak ruang kosong di hardisk bisa memilih menggunakan 2 x RAM.

Biasanya saya hanya menggunakan akar kuadrat dari RAM jika RAM yang saya gunakan pada server lebih dari 1GB. Hal ini karena swap hanya berfungsi sebagai cadangan. Jika swap mulai digunakan berarti saya harus mengupgrade RAM.

Nah pada tutorial ini saya menggunakan VPS dengan RAM 2GB. Akar kuadrat dari 2 adalah 1.4 jadi saya bulatkan menjadi 1GB untuk alokasi swap saya. Untuk membuatnya berikut adalah perintahnya:

$ sudo fallocate -l 1G /swapfile

4. Ubah Hak Akses Hanya Untuk Root

Selanjutnya ubah hak aksesnya agar tidak bisa diubah oleh penggunan selain root.

$ sudo chmod 600 /swapfile

5. Buat Area Swap pada File Swap

Untuk menandai agar file yang telah dibuat tadi menjadi area swap dapat menggunakan perintah:

$ sudo mkswap /swapfile

Swap telah dibuat. Selanjutnya kita harus mengaktifkannya secara permanen.

6. Aktifkan Swap Permanen pada Sistem

Backup terlebih dahulu konfigurasi fstab.

$ sudo cp /etc/fstab /etc/fstab.bak

Tambahkan perintah untuk mengaktifkan swap pada fstab agar aktif saat server dinyalakan atau direstart.

$ echo '/swapfile none swap sw 0 0' | sudo tee -a /etc/fstab

7. Ubah swappiness Mendekati 0

Swappiness merupakan parameter yang menentukan seberapa agresif swap dilakukan. Nilai defaultnya adalah 60. Untuk desktop nilai 60 sangat direkomendasikan. Namun untuk server lebih baik menggunakan nilai yang lebih kecil agar server memaksimalkan RAM terlebih dahulu.

Edit file /etc/sysctl.conf

$ sudo nano /etc/sysctl.conf

Tambahkan pada bagian paling bawah:

vm.swappiness=10

Simpan dengan cara tekan CTRL+O lalu tekan Enter. Lalu tutup file dengan cara CTRL+X.

8. Restart Server Ubuntu 20.04

Untuk mengetahui efeknya silahkan restart server.

$ sudo reboot

Setelah sudah direstart, login kembali pada server tersebut lalu cek apakah swap sudah aktif dengan cara:

$ free -h

Output:

          total        used        free      shared  buff/cache   available
 Mem:          1.9Gi        99Mi       1.7Gi       2.0Mi       174Mi       1.7Gi
 Swap:         1.0Gi          0B       1.0Gi

Jika outputnya tampil angka dari swap yang telah dibuat maka anda telah berhasil.

Peringatan: Partisi swap hanya bersifat cadangan yaitu untuk menghindari error jika RAM penuh. Ingat! Kecepatan RAM jauh lebih tinggi dibandingkan hardisk. Sebaiknya gunakan RAM yang lebih besar saat VPS atau server anda mulai kehabisan RAM agar performa server bisa maksimal.

M. Hernawan
Web developer yang juga suka dengan dunia sysadmin. Pernah belajar Teknik Informatika di Indonesia.

Kirim Komentar